Sadar kah apa yang telah kita lakukan di dunia ini? Apakah keuntungan kita hidup? Dan apa sebenarnya yang dicari di dunia? Mungkin pertanyaan itu sudah tak asing lagi di dengar oleh telinga-telinga yang tak berdosa, karena memang kehidupan hanyalah kebohongan belaka yang harus ditutupi oleh kejujuran dan logika yang kuat. Sebenarnya, apa yang kita cari di dunia ini apakah Kesenangan, kekayaan, karir, atau hanya urusan-urusan lainnya yang tak masuk akal, ingat itu semua hanyalah urusan sementara kita di dunia bukan urusan yang sesungguhnya dan juga bukan masalah yang sesungguhnya, tetapi semua urusan dan masalah yang sesungguhnya muncul nanti setelah kita mati. Segala sesuatunya berawal dari kata "mati" ini lah sebenarnya yang harus kita renungkan bersama bagaimana kehidupan kita setelah mati? Kita tidak bisa kalau hanya memikirkan kehidupan di dunia ini, kita juga harus melihat kedepan karena belum tentu kita bahagia di dunia akan bahagia juga di dalam kehidupan selanjutn...
Pagi ini aku melihat ayahmu tengah asik mengotak-atik mobilnya. Iya, masih dengan mobil berplat “D 1446 FL”. Tidak ada yang berubah dari kebiasaannya, hanya mungkin sekarang ubannya lebih lebat dari milik Risdani teman kita. Entah apa yang membuatku ingin menulis ini, mungkin ada beberapa hal yang ingin kusampaikan padamu. Kamu ingat bagaimana tiap kita bermain ke Rumah teman, kita, maksudku aku, kamu, dan geng “angkot nol empat” lainnya sering diantar pulang ayahmu. Aku pun tak tahu siapa yang menamai geng kita itu, tapi aku selalu senang tiap kali kita se-angkot. Rasanya Tuhan telah memberiku anugerah dengan hanya membiarkanku memandangmu leluasa biarpun hanya beberapa menit. Kamu juga pasti ingat bagaimana saat kita diantar Ayahmu pulang, Ayahmu pernah salah menunjukkan rumah nenekmu. Lalu dia berteriak, “MAMII!!” di depan rumah yang bahkan dia pun tak tahu itu rumah siapa. Sontak kejadian itu membuatku harus menahan tawa sekuat tenaga. Mungkin bukan hanya untuk menghormati Ayahmu ...
Comments