Kerudung Pembawa Hidayah



 
    "Sholat dulu yukk!" seru temanku Andi mengajakku Sholat,
"ayo, tapi aku mau beli peci dulu di depan" jawab aku yang sudah terbiasa dengan bahasa Indonesia.
Sesampai aku di depan ada Abang-abang yang sedang berjualan
" Bang berapaan nih peci ??" Tanya aku,
" Rp. 50.000 mas" jawab Abang itu,
" mahal amat Rp. 30.000 aja deh bang " tawar aku,
" wah rugi dong saya mas Rp. 40.000 aja deh"tawar lagi Abang itu.
"Oke deh saya beli ".

Lalu aku kembali ke kost-an,
" ke Mesjid yuk ! " ajak aku,
" ayo, tapi kamu yang jadi Imamnya ya ! "jawab temanku.
" masa aku, kan baru bisa sholat" seru aku,
" oh iya aku lupa, sorry-sorry deh" seru Andi sambil menepuk bahuku.
" OK ayo berangkat. "
                    ||||||
Namaku Michael Rosbon, tapi teman-temanku sering memanggilku Mike, itu lebih sederhana kan?. Aku tinggal di Melbourne Australia, Aku mempunyai keluarga yang pertama ayahku Namanya tentu saja namanya di akhiri dengan Rosbon, namanya Albert Rosbon dia adalah seorang dokter gigi dan kedua Ibuku namanya Catherine Angel dia adalah seorang ibu rumah tangga, dia sering disebut Mrs. Angel, dia adalah keturunan asia, jadi wajahku tidak terlalu bule. Dan terakhir kakakku yang sering membuatku jengkel dia sering menjahiliku saat aku tidur , namanya John Robson, Kakakku bekerja di salah satu Perusahaan di Melbourne.
Aku berumur 22 tahun lebih muda 5 tahun dari Kakakku. Aku kuliah di Universitas Melbourne, salah satu Univesitas yang tertua di Australia, Rumahku cukup dekat dengan Kampus itu tapi ku sering iseng naik Mobil ayahku untuk pergi ke kampus, tapi akibat kelakuan yang bodoh itu aku sering di marahi oleh ayahku.
Aku mempunyai teman yang pertama namanya Andrew, dia laki-laki yang baik dia juga sering mentraktirku makan, jadi aku sangat senang jika dia bersamanya. Karena dia adalah orang terkaya di kampus ayahnya adalah seorang pengusaha besar. Yang kedua namanya Jessica dia adalah perempuan yang sangat baik dia selalu membantu tugas-tugasku yang selalu menumpuk, Andrew selalu mencoba untuk mengajak kencan Jessica, tapi dia selalu gagal.
Aku tergolong mahasiswa yang malas, kadang aku meminta bantuan Jessica untuk mengerjakan tugas-tugasku, tapi setelah dia mengerjakan tugasku dia selalu menceramahiku hingga aku bosan mendengarnya. Tapi karena ada teman-temanku hidupku jadi lebih seru.
                    ||||||
" Ini Mesjidnya ?" Tanya aku sambil heran,
" Iya, emang kenapa?" jawab Andi.
" Kok kecil ya, biasanya kan besar" Tanya aku lagi,
" Alah biarin yang penting niat kita buat sholat, betul kan?" seru Andi.
" Iya juga sih, ayo cepet kita wudhu" ajak aku.
Setelah aku wudhu aku dan Andi sholat berjamaah di Mesjid itu. Mesjid itu terlihat sudah jarang dipakai, debu-debu sangat tebal menyelimuti dinding mesjid itu.
" Ndi, mesjid ini kotor banget ya" seru aku,
" Iya ya, kotor banget, kok gak ada yang ngurus Mesjid ini?, aneh" Jawab Andi.
"Kita bersihin dikit yuk!" ajak aku.
" Ogah ah, kamu aja sendiri" jawab Andi.
" Masa gak mau, kamu kan muslim ?" Tanya aku sambil heran.
" Aku lagi males " jawab Andi wajah cemberut.
Lalu aku membersihkan Mesjid itu sendiri dan Andi malah kembali ke Kost-an, lalu datang pria tua dan berkata
" Kamu orang baru ya nak ?" Tanya pria itu sambil tersenyum.
" Iya pak, memang kenapa ?" Tanya aku.
" Soalnya jarang-jarang ada pemuda kayak kamu nak, bersihin Mesjid ini" jawab pria tua itu.
" Emang pada kemana ?" Tanya aku lagi.
" Mereka malah sibuk urusannya sendiri "jawab dengan pria tua itu dengan wajah lesu.
"oh gitu, pak saya mau pulang ke Kost dulu Asslamu'alaikum" seru aku
"Wa'alaikum salam".
                    ||||||
Pagi itu aku sedang berada di taman kampus bersama temanku, lalu aku melihat wanita berpakaian aneh, dia menutup rambutnya dan lehernya dengan sebuah kain. Lalu aku bertanya pada Andrew dan Jessica.
" Who is she? " Tanya aku pada temanku.
" She is from Indonesia" jawab Andrew.
" And She is Muslim" jawab Jessica.
" Muslim?" seru aku sambil heran.
" Yeah Muslim, what's wrong? " Tanya Jessica sambil heran.
" what is muslim? " seru aku.
"You don't know Muslim ?" Tanya Andrew.
"ask her !, maybe she know more" saran Jessica
Lalu aku penasaran tentang wanita itu kenapa dia memakai penutup rambut, apa karena dia mempunyai rambut yang jelek ?, aku semakin penasaran dan heran saat melihatnya kenapa dia tidak bergaul dengan laki-laki , apakan dia seorang lesbi?.
Setelah aku memikirkannya, aku memutuskan untuk mencoba mendekatinya dan menvari tahu apa yang disebut muslim. Lalu aku menyapanya di sesudah kuliah di taman.
" Hy.." seru aku dengan wajah senyum
" Hello " seru wanita itu.
" How are You? " Tanya aku.
" Fine, You ? " Tanya lagi dia.
" Yeah Very well My name is Michael , May I know Your name? "
Lalu aku Menyodorkan tanganku, tetapi dia tidak mau bersentuhan denganku.
" Sure, My name is Aisyah "jawab dia sambil tersenyum.
Lalu kami mengobrol panjang di taman itu dan aku menyinggung tentang masalah Islam (Muslim), dia bercerita kenapa dia berbeda dengan orang lain, karena di agama Islam dia tidak boleh memperlihatkan auratnya karena akan mengundang nafsu para lelaki, aku merasa aneh padahal orang lain berlomba agar dikejar-kejar oleh para lelaki, dia juga bercerita kenapa dia tidak bergaul dengan laki-laki dia tidak bersalaman dan kurang bergaul dengan laki-laki karena dia bukan muhrim, aku tidak mengerti apa yan dimaksud dengan "muhrim".
Lalu aku pulang dan ada yang aneh saat kami berdua berpisah, dia berkata "Assalamu'alaikum" aku tidak mengerti apa yang dia katakan, aku makin penasaran dengan Islam. Lalu besoknya aku diam-diam mengikutinya dan dia pergi ke sebuah tempat yaitu dia pergi ke Islamic Center yang ada di Melbourne.
Lalu aku masuk kesana dan aku dan belajar disana tentang islam, lalu aku berpikir apakah aku akan masuk Islam atau tidak, tetapi aku merasa bingung apakah orangtuaku akan menerimaku jika aku masuk agama Islam, akhirnya aku memutuskan untuk masuk agama Islam dan membaca kalimat syahadat. Lalu aku belajar banyak hal disana terutama masalah sholat, aku belum pernah sholat sebelumnya dan gerakannya sungguh aneh karena mirip Olahraga, memang Sholat selain untuk beribadah itu juga bagus untuk kesehatan.
Aku berpikir ternyata apa yang dilarang di agama Islam ternyata memang untuk kebaikan kita sendiri misalkan kita tidak boleh memakan daging Babi, karena babi mempunyai protein yang terlalu tinggi dan itu tidak baik untuk kesehatan.
Aku sangat khawatir jika ayah ibuku mengetahui bahwa aku sudah masuk agama Islam, dan dugaan aku itu benar, Ibuku marah besar saat mengetahui bahwa aku menjadi muslim, dia menangis dan mengusirku Ayahku tidak bisa berbuat apa-apa begitu pun Kakakku.
Lalu aku menginap di rumah Andrew dan dia menyakan tentangku.
" Apa kau benar masuk Islam" tanya dia dalam bahasa inggris.
" ya, aku sangat yakin sekali" jawab aku dengan tegas.
" ya sudah aku tidak akan memaksamu untuk pulang" seru Andrew.
    Karena kuliahku sebentar lagi selesai, aku berencana untuk pergi ke kampung halaman Aisyah di Jakarta untuk mempelajari Islam lebih dalam, lalu setelah aku selesai kuliah aku diberi uang oleh keluarga Andrew yang cukup untuk 3 bulan di Jakarta.
    Akhirnya aku pergi ke indonesia, Negara tetangga yang baru aku injak. Disana aku dikenalkan pada orangtua Aisyah ayahnya seorang ustadz di kampungnya, mula mula aku belajar dulu bahasa indonesia,
" nama kamu siapa dek? " Tanya Ayahnya
aku sangat tidak mengerti, aku hanya diam seperti batu lalu Aisyah menjelaskannya,
" He said what's your name? " seru Aisyah
" oh. My name is Mike" jawab aku.
" Namanya keren juga ya" seru ayahnya
" Ih bapak udahlah" jawab Aisyah
Aku hanya diam karena tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Aisyah dan Ayahnya. Aku tinggal di kost dan bertemu Andi, seorang mahasiswa yang sedang meneliti kampung itu, dia dari Australia, dia juga muslim. Dan Andi telah lancar dalam berbahasa indonesia.
Disana aku belajar membaca Al-Qur'an, aku sangat bingung karena tulisannya saja sudah membingungkan apalagi harus membacanya, Dan lama-lama aku pun terbiasa. Sudah 2 bulan aku berada di Indonesia dan aku pun mulai terbiasa dengan bahasa indonesia.
Aku berpikir ingin menikahi Aisyah dan aku bertanya pada Andi,
"Apa..!!?? kamu pengen nikah sama Aisyah" seru Andi sambil kaget.
"iya aku pengen nikah" jawab aku.
" OK, yang harus pertama kamu harus lakukan ialah meminta restu pada orangtuamu untuk menjadi wali" jawab Andi.
" tapi aku di usir oleh ibuku, jadi bagaimana? " tanya aku
" berarti kau tidak bisa menikahi Aisyah sebelum kau mendapatkan restu dari orang tuamu" jawab Andi
                    ||||||
Ketika aku berjalan ke kost-an aku sangat bingung, bagaimana bisa aku menikahi Aisyah sedangkan orangtuaku ada di Australia, ketika sudah sampai di kost-an, aku membuka pintu alangkah kagetnya aku melihat orangtuaku yang ada di Australia ada dihadapanku.
"Sedang apa ayah dan ibu disini ?" tanya aku sambil heran
" Andi telah menceritakan semuanya dan ayah siap menjadi walimu?" jawab ayahku
"maafkan aku ibu, aku telah berbuat jahat terhadap ibu" seru aku.
" tidak nak, seharusnya ibu yang meminta maaf, pada saat itu ibu tidak bisa mengendalikan emosi, kamu sudah dewasa, kamu bebas memilih apa yang menurutmu itu baik" seru Ibuku.
" Thanks mom.."seru aku sambil tersenyum.
    Ternyata Andi adalah teman Andrew yang telah lama berada di Indonesia, dan kebetulan kampung itu adalah tempat penelitiannya. Andrew selalu mengabari orangtuaku lewat Andi.
    Alhamdulilah aku menikahi Aisyah karena dia setuju untuk menikah denganku, aku menetap dikampung itu dan mencari pekerjaan yang cocok, dan memulai hidup yang baru dengan Aisyah.


~TAMAT~

 

 




Cerpen By ~ Muhamad Husni

Comments

ilz said…
nice short story..
visit back..
www.arzheboy.co.cc

Popular posts from this blog

Apa yang dicari di Dunia

Ayahmu