ASTAJIM ASTAJIM

Kawan, pernah denger ga orang keceplosan ngomong begini:

-Astajim
-astagpiruloh alajiiimm
-Lamlekum
-Ya oloh..(kalo dulu ada embel-embel tolong, dan artikulasinya emang pake huruf o tuh)
-mmmm...(ini mikir..)
-dan lain-lain mungkin..hehehe

sy mikir juga..ko gitu sih..ga tepat deh, dan katanya skadar bercanda. Lama-lama jadi kebiasaan, lama-lama jadi bahasa gaul, dan GAULnya memang begitu. Di TV kayanya sempet dengar presenter berucap hal yang sama..jadi gimana nih hukumnya?

termasuk pertanyaan yang diajukan dalam kutipan dialog ini ga ya?

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
http://www.almanhaj.or.id/content/1250/slash/0

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Ada sebagian orang yang
bercanda dengan perkataan yang mengandung olok-olok terhadap Allah atau RasulNya
Shallallahu alaihi wa sallam atau agama. Bagaimana hukumnya ?

Jawaban.
Perbuatan ini, yakni mengolok-olok Allah atau RasulNya Shallallahu alaihi wa
sallam atau KitabNya atau agamaNya, walaupun dengan bercanda dan sekalipun
sekedar untuk membuat orang lain tertawa, sesungguhnya perbuatan ini merupakan
kekufuran dan kemunafikan. Perbuatan ini seperti yang pernah terjadi pada masa
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam yaitu mereka yang mengatakan, Kami belum
pernah melihat para pembaca (Al-Qur'an) kami yang lebih buncit perutnya, lebih
berdusta lisannya dan pengecut saat berhadapan dengan musuh. Maksudnya adalah
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Lalu turunlah ayat
tentang mereka.

Artinya : Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan
itu), tentu mereka akan menjawab, Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan
bermain-main saja. [At-Taubah : 65]

Karena itu mereka datang kepada Nabi Shallalalhu alaihi wa sallam dan
mengatakan, “Sesungguhnya kami membicarakan hal itu ketika kami dalam
perjalanan, dengan tujuan untuk menghilangkan payahnya perjalanan. Namun
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berkata kepada merekansebagaimana yang
diperintahkan Allah.

Artinya : Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu
berolok-olok ?. Tidak usah kami minta maaf karena kamu kafir sesudah beriman.
[At-Taubah : 65-66].

Jadi, segi Rububiyah, kerasulan, wahyu dan agama adalah segi yang terhormat,
tidak boleh seorangpun bermain-main dengan itu, tidak untuk olok-olok, membuat
orang lain tertawa ataupun menghina. Barangsiapa yang melakukannya berarti ia
telah kafir, karena perbuatannya itu menunjukkan penghinaan terhadap Allah
Subhanahu wa Ta'ala, para rasulNya, kitab-kitabNya dan syariat-syariatNya. Dari
itu, barangsiapa melakukan perbuatan tersebut, hendaknya bertaubat kepada Allah
Subhanahu wa Ta'ala atas apa yang telah diperbuatnya, karena perbuatan ini
termasuk kemunafikan, dari itu hendaknya ia bertaubat kepada Allah, memohon
ampunan dan memperbaiki perbuatannya serta menumbuhkan di dalam hatinya rasa
takut terhadap Allah Subahanahu wa Ta'ala, pengagungan terhadapNya, rasa takut
dan cinta terhadapNya. Hanya Allah-lah yang kuasa memberi hidayah.

[Majmu Fatawa wa Rasaa'il Ibnu Utsaimin, Juz 2, hal.156]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masaa'il Al-Ashriyyah Min
Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-3, Terbitan
Darul Haq]



Nah loo..serem juga..maka itu temen-temen yang budiman, saran saja nih, kalau mau menuliskan terkait hal diatas, coba mendekati artikulasi aslinya ya. Yang pernah sy sms pasti nyadar kan space sms sy kadang cuma habis untuk ucapan ini (sekaligus penutup tulisan ini :p)

Assalaamu'alaikum (ga disingkat..semoga tulisannya ga salah)
Sumber : http://sulaimansujono.multiply.com/journal/item/12/Astajim..astajim..

Popular posts from this blog

Apa yang dicari di Dunia

Ayahmu